Ini Kata Cristian Gonzales Tentang Pembatasan Usia Pemain

Cristian Gonzales kembali angkat bicara tentang regulasi pembatasan pemain yang diterapkan PSSI di Indonesia Super League (ISL) atau Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 mendatang. Bomber naturalisasi Indonesia milik Arema FC ini mengaku tidak masalah, namun jika memberikan kritikan atas aturan tersebut.

Pengumuman itu disampaikan PSSI pada Januari 2017. Yang mana saat itu PSSI beralasan kalau pengaturan tersebut dibuat untuk mendongkrak stok pelatih. PSSI cuma berpikiran jika para pemain yang pensiun lebih cepat akan segera mengambil lisensi pelatih.

 

“Buat saya tidak apa-apa. Kalau tim percaya sama saya, pasti masih ada tempat buat saya,” kata Cristian Gonzales di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kebetulan untuk Arema sendiri tidak ada masalah dengan adanya aturan tersebut, karena cuma ada saya (pemain berusia di atas 35 tahun), tapi kalau boleh jujur (aturan) itu kurang bagus. Cara itu tak membuat sepakbola Indonesia maju. Kaena FIFA tak mengatur hal seperti itu, tambah Cristian Gonzales.

PSSI yang membatasi klub hanya bisa diperkuat maksimal dua pemain berusia 35 tahun ke atas di Liga 1 tidak membuat Cristian Gonzales gundah. Namun hanya saja, dia meminta agar PSSI kembali mempertimbangkan aturan itu sebelum kompetisi berlangsung.

“Kalau pemain senior tidak usah dibatasi nantinya juga berhenti sendiri karena mereka tahu batasan apakah masih sanggup bermain lagi atau tidak. Kasihan pemain yang masih bagus di lapangan jika harus dipaksa berhenti,” kata Cristian Gonzales.

“Keberadaan pemain senior di tim masih perlu karena bisa memberikan ilmu kepada pemain muda,” tambahnya.

 

Author: fitrini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.